Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Penelitian Tindakan Kelas dalam Pembelajaran Kimia

Gambar
Salah satu ciri guru yang berhasik (efektif) adalah bersifat reflektif. Guru yang demikian selalu belajar dari pengalaman, sehingga dari hari ke hari kinerjanya menjadi semakin baik (Arends, 2002). Di dalam melakukan refleksi, guru harus memiliki kemandirian dan kemampuan menafsirkan serta memanfaatkan hasil-hasil pengalaman membelajarkan, kemajuan belajar mengajar, dan informasi lainnya bagi penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara berkesinambungan. Disinilah letak arti penting PTK bagi guru. Kemajuan dan perkembangan IPTEK yang demikian pesat harus diantisipasi melalui penyiapan guru-guru yang memiliki kemampuan meneliti, sekaligus mampu memperbaiki proses pembelajarannya. Beberapa alasan lain yang mendukung pentingnya PTK sebagai langkah yang tepat untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pendidikan, antara lain: 1.       Guru berada di garis depan dan terlibat langsung dalam proses tindakan perbaikan mutu pendidikan. 2.       Guru terliba

Diagonisis dan Tindakan Klinis Mengatasi Kesulitan Siswa Yang Malas Belajar Kimia

Gambar
                                                                      Sebelum kita mengetahui bagaimana cara mengatasinya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa faktor penyebab siswa atau anak didik kurang berminat atau malas untuk belajar. Pertama , faktor penyebab yang pertama ini berasal dari dalam diri (intern) siswa: ·          Peserta didik yang  lapar  dan  sakit  atau kondisi fisiknya tidak baik tentu tidak akan menerima pelajaran dengan baik pula. ·          Kelelahan , juga mempengaruhi minat belajar siswa di dalam kelas. Ini bisa saja terjadi karena disebabkan oleh siswa yang terlalu banyak menghabiskan energinya untuk bermain, sehingga sebagian tenaganya terkuras dan malas untuk berlajar. ·          Ada masalah , anak yang tengah mengalami masalah seperti sedih dan bertengkar tentu sulit untuk konsentrasi belajar, karena fokusnya telah hilang akibat memikirkan apa yang menjadi masalahnya. Kedua , faktor yang kedua berasal dari luar diri (ekstern)

TEKNIK-TEKNIK MEMBELAJARKAN MATERI KIMIA PADA FASE PENDAHULUAN DAN FASE PENUTUP

Gambar
Salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dalam prosesnya pengelolaan tersebut harus diarahkan hingga menjadi suatu proses bermakna dan kondusif dalam pembentukan kemampuan siswa. Oleh karena itu, kegiatan belajar selain dikembangkan secara sistematis, efektif dan efisien juga perlu variasi kegiatan sebagai alternatif untuk menumbuh kembangkan motivasi dan aktivitas siswa dalam belajar. FASE PENDAHULUAN Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran sering pula disebut dengan pra-instruksional. Fungsi kegiatan tersebut utamanya adalah untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Untuk memahami tentang kegiatan dan prosedur dalam kegiatan awal pembelajaran, di bawah ini akan diuraikan tentang kegiatan tersebut. 1.         Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran Proses pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru dapat mengkondisi

Kesulitan Guru dalam membelajarkan Kimia dan Tugas Big Me Big You

Gambar
TUGAS BIG ME BIG YOU     Kata Quantum, kita teringat pada rumus yan diturunkan oleh Albert Einstein: E = mc2      E = mc2 dalam ilmu fisika adalah sebuah rumus yang sering dikenal dan sangat penting dalam menjelaskan persamaan nilai antara energi(E) dan massa (m), yang disetarakan secara langsung melalui konstanta kuadrat laju cahaya dalam vakum ( c 2 ), yang mana: E = energi (J) m = massa (kg) c = kecepatan cahaya (m.s-1)     Pada Quantum Teaching Learning ini, rumus energi dapat diartikan lain untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran: E= Semangat/motivasi m= segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik (siswa) c2 = interaksi siswa dengan sumber belajar dan lingkungan yang dikuadratkan      Pada model pembelajaran Quantum Teaching Learning ini dapat merubah sesuatu yang tidak dipahami siswa menjadi paham. E juga dapat diartikan sebagai kebenaran sebagai keinginan untuk berubah. PRINSIP QTL : everything is speak everything is on purpose exp